Sekretaris PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti Sebut Lebih Dekat dengan Jokowi Dibanding Presiden Sebelumnya

detikislami.com – Sekretaris PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti mengungkapkan, bahwa pihaknya lebih dekat dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dibanding dengan presiden sebelumnya.

Hal itu disampaikannya melalui teleconference di acara ‘Primetime News’ dalam channel YouTube Metrotvnews, pada Jumat (15/2/2019).

Mulanya, Abdul ditanya oleh pembawa acara seperti apa kedekatan Muhammadiyah antara Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto.

Menanggapi pertanyaan itu, Abdul menyatakan bahwa hubungan kedekatan Jokowi dan Prabowo dengan pihaknya berjalan dengan baik.

Kendati demikian, ia mengungkapkan bahwa hubungan itu lebih dekat dengan Jokowi daripada presiden sebelumnya.

“Ya alhamdulillah kami punya komunikasi dan kedekatan yang sangat baik dengan kedua-duanya,” ungkap Abdul.

“Dengan Pak Jokowi kami sangat dengat, bahkan kalau kami boleh jujur dibandingkan dengan presiden yang sebelumnya, Pak Jokowi ini termasuk presiden yang paling banyak melakukan kunjungan ke Muhammadiyah,” lanjutnya.

“Dua kali sidang tanwir yang sebelumnya di Ambon dibuka oleh Bapak Presiden, yang kali ini juga dibuka oleh beliau,” sambungnya.

Kemudian, Abdul juga menjelaskan bahwa hingga kini Muhammadiyah masih menjalin komunikasi yang baik dengan keduanya.

Sebab menurutnya, melalui komunikasi yang baik dapat menyampaikan pandangan-pandangan secara langsung.

“Tapi kami memliki komunikasi yang baik yang dekat dan intens dengan keduanya, karena kami berpendapat bahwa komunikasi itu memungkinkan kita menyampaikan pandangan-pandangan secara langsung, menyampaikan pandangan secara terbuka dan itu nanti yang akan dirumuskan sebagai bagian dari keputusan tanwir,” papar Abdul.

“Insya Allah sedang kita siapkan prinsip-prinsip pokok pikiran Muhammdiyah mengenai dasar negara Pancasila, keadulatan bangsa, membangun kesejahteraan ekonomi dan kesejahteraan sosial.”

“Kemudian tentang demokratisasi, tentang masyarakat sipil, dan tentang bagaimana kita mengembangkan politik luar negeri.”

“Itu yang kita sampaikan kepada beliau sebagai calon pemimpin bangsa,” tandasnya.

Melalui akun Instagramnya, @jokowi, dirinya juga menyatakan sudah mengunjungi ke sejumlah institusi Muhammadiyah di Indonesia, Jumat (15/2/2019).

Selain itu, Jokowi menjelaskan bahwa Muhammadiyah juga berjasa untuk kemerdekaan Indonesia.

“Tanwir ke-51 Muhammadiyah yang saya buka siang tadi di Bengkulu mengambil tema “Beragama yang Mencerahkan”.

Tema ini, kata Pak Haedar Nasir, Ketua Umum PP Muhammadiyah diambil atas pertimbangan bahwa Muhammadiyah dan umat Islam dituntut untuk menyebarluaskan pesan-pesan dan praktik Islam yang mencerahkan.

Muhammadiyah telah ikut berjuang untuk kemerdekaan Indonesia, melahirkan banyak pahlawan nasional, dari K.H. Ahmad Dahlan, Ibu Nyai Walidah Ahmad Dahlan, Ir. Sukarno, Ibu Fatmawati, dan sampai Bapak Kasman Singodimedjo, juga telah meneguhkan Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

Saya sendiri cukup dekat dengan Muhammadiyah. Saya sudah mengunjungi berbagai institusi Muhammadiyah, dari sekolah, pesantren, hingga rumah sakit di berbagai kota di Indonesia.

Istri saya dulu berkuliah di Universitas Muhammadiyah Surakarta, cucu pertama saya juga lahir di Rumah Sakit PKU Muhammadiyah Solo,” tulis Jokowi.

sumber : tribunnews.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.