Selain Denda, Hukuman Penjara Akan Dijatuhkan bagi Penyusup ke Tanah Suci

detikislami.com – Mayjen Zayed Al Tawaian, komandan Pasukan Keamanan Haji di Arab Saudi, mengatakan bahwa hanya orang-orang yang memiliki izin melaksanakan ibadah haji tahun ini yang akan diperbolehkan memasuki Tanah Suci Makkah. Hukuman pun akan dijatuhkan kepada para pelanggar atau penyusup.

Denda sebesar 10 ribu riyal atau sekira Rp38 juta akan dijatuhkan kepada setiap orang yang tanpa izin memasuki tiga lokasi suci haji yakni Mina, Muzdalifah, dan Arafah.

Larangan masuk tanpa izin ke tempat-tempat suci itu mulai berlaku Minggu 19 Juli atau 10 hari sebelum puncak ibadah haji tahun ini yang diperkirakan dimulai pada 29 Juli.

Baca juga: Khotbah Wukuf di Arafah Disiarkan dalam 5 Bahasa, Termasuk Indonesia

“Semua persiapan dan pengaturan keamanan untuk ibadah haji tahun ini telah selesai dan jamaah haji akan melakukan ibadah sesuai langkah-langkah pencegahan yang ketat sebagaimana protokol kesehatan,” kata Al Tawaian dalam konferensi pers, dikutip dari Saudigazette, Senin (20/7/2020).

Dia menambahkan bahwa akan ada petugas keamanan lengkap di tempat-tempat suci yang bertugas memastikan pergerakan para jamaah haji.

Sementara Mayjen Khaled Al Juaid, asisten komandan Urusan Haji dan Umrah, mengatakan bahwa hukuman untuk pelanggaran haji tahun ini adalah penjara dan denda.

“Sanksi akan dikenakan pada perusahaan yang mengangkut jamaah haji tanpa izin haji, hukumannya termasuk 15 hari penjara dan denda 10 ribu riyal. Hukuman akan berlipat ganda jika pelanggaran diulang,” tegasnya.

Baca Juga : Awas, Masuk Makkah Tanpa Izin Selama Musim Haji Didenda Rp 38 Juta

Hanya 10 ribu jamaah yang diizinkan melakukan ibadah haji pada tahun ini akibat masih mewabahnya virus corona (covid-19). Rinciannya 70 persen untuk warga negara asing (WNA) atau ekspatriat yang bermukim di Arab Saudi. Sedangkan sisanya 30 untuk penduduk lokal.

Di antara warga Arab Saudi, ada tenaga medis dan petugas keamanan yang telah pulih dari virus corona yang diberikan kesempatan melakukan ibadah haji. Mereka dipilih berdasarkan database orang-orang yang sembuh dan memenuhi syarat kesehatan untuk berhaji.

Pemberian kuota haji ini sebagai pengakuan atas peran terpuji mereka dalam menjaga kesehatan seluruh lapisan masyarakat dalam perjuangan menghadapi virus corona.

Sebelum keadaan pandemi covid-19 ini, biasanya ada sekira 2,5 juta Muslim dari seluruh dunia menunaikan ibadah haji setiap tahunnya. [Al]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.