SIM Seumur Hidup Pembodohan Publik Dan Kepanikan PKS

detikislami.com – Janji politik masa berlaku Surat Izin Mengemudi (SIM) seumur hidup merupakan pembodohan publik dan kepanikan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Demikian yang disampaikan, Ketua Pusat Studi Politik dan Keamanan (PSPK) Universitas Padjadjaran (Unpad) Muradi, Senin, (4/3).

“Itu pembodohan publik yah, SIM itu beda dengan KTP. SIM itu salah satu syarat orang bawa kendaraan, kalau kemudian syaratnya diberlakukan seumur hidup gimana kita mengukur orang ini layak atau tidak bisa menyetir, dan harus ditegaskan bahwa ini tidak benar,” ucapnya.

Muradi mengungkapkan, Kepemilikan SIM itu juga perlu dilakukan review (ulasan/pengetesan kelayakan) setiap lima tahun sekali untuk mengecek kelayakan dari pemegang SIM tersebut. Hal tersebut dikarenakan kemampuan seseorang bisa menurun, sehingga perlu dilakukan ujian ulang setiap lima tahun.

“Review itu menegaskan apakah orang itu masih layak atau tidak membawa kendaraan, kebayang gak kalau misalnya bapak saya umur 80 tahun SIM nya masih berlaku tapi dia udah gak layak bawa kendaraan,” ungkap Muradi.

Selain membutuhkan review, Muradi menyebutkan, tidak ada kebijakan SIM seumur hidup di negara manapun. Bahkan, di negara lain aturan terkait SIM itu sangat tegas.

“Tidak ada di negara manapun yang berlaku seumur hidup, bahkan ketika saya waktu sekolah di Australia, begitu seseorang kena tilang tiga kali, SIM nya di banned atau ditahan tidak boleh bawa kendaraan,” tuturnya.

Selanjutnya, Muradi menambahkan, maka janji politik yang diberikan PKS memperlihatkan bahwa adanya sebuah kepanikan. hal tersebut dikarenakan banyak lembaga survei yang mengindikasikan PKS tidak lolos ambang batas parlemen atau parliamentary threshold.

“Jadi menurut saya, PKS itu kemudian sudah keliatan panik karena tidak lolos parlemen trashold makannya kemudian menggunakan jargon-jargon isu kampanye yang memang tidak biasa,” tegas Muradi.

“Mereka tau kok sim itu tidak bisa seumur hidup, mereka juga tau pajak itu ga mungkin dihentikan, karena itu sumber pendapatan negara,” pungkasnya.

 

sumber : rmol.com

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.