Soal Cadar, Jokowi: Itu Kebebasan Pribadi

detikislami.com – Jakarta – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo akhirnya ikut berkomentar terkait polemik yang muncul akibat wacana pelarangan cadar di lingkungan instansi pemerintahan. Menurut Jokowi, cadar adalah satu dari sekian pilihan cara berpakaian dan hal tersebut masuk ke dalam kebebasan sipil atau kebebasan pribadi.

“Kalau saya ya yang namanya cara, cara berpakaian, cara berpakaian itu kan sebetulnya pilihan pribadi-pribadi, pilihan personal atau kebebasan pribadi setiap orang,” kata Jokowi di Istana Merdeka Jakarta, Jumat (01/11/2019), dikutip dari Antara.

Baca Juga : Romo Syafi’i: Jika Tidak Berpikir Radikal, Bangsa Ini Semakin Terpuruk

Adapun terkait wacana yang dikemukakan oleh Menag Fachrul Razi, Jokowi memberikan pernyataan diplomatis.

“Tetapi di sebuah institusi, kalau memang itu ada ketentuan cara berpakaian, ya tentu saja harus dipatuhi,” ujar Jokowi menambahkan.

Sebelumnya, Menag Fachrul Razi berencana melarang penggunaan cadar di lingkungan instansi pemerintah. Langkah ini, menurut Fachrul, diambil demi alasan keamanan terutama pasca penusukan terhadap mantan Menko Polhukam Wiranto beberapa waktu lalu.

Wacana ini tentu mengundang kritik dario berbagai pihak. Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM Muhammadiyah, Maneger Nasution mengingatkan bahwa Menteri Agama Fachrul Razi harus lebih bijak dalam mengambil keputusan.

Baca Juga : Narasi Menyesatkan Fundamentalisme dan Radikalisme Islam

Sedangkan Sekjen Majelis Ulama Indonesia, Anwar Abbas, menyarankan agar Kementerian Agama tak mengurusi persoalan pemakaian busana cadar atau celana cingkrang bagi aparatur negara.

Kendati terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama soal cadar, menurut Abbas, Pasal 29 Undang-Undang Dasar 1945 justru mengharuskan pemerintah menjamin kemerdekaan warganya memeluk agama dan beribadah sesuai kepercayaannya.

Abbas khawatir jika pemerintah sampai melarang aparatur negara menggunakan cadar atau celana cingkrang akan menimbulkan kegaduhan. Senada dengan Abbas, Wasekjen MUI, Tengku Zulkarnain memperingatkan Menag untuk tidak membuat kegaduhan di tengah masyarakat.

“Jadi nggak boleh peraturan menteri melawan undang-undang dasar. Cadar itu ajaran agama, bukan budaya Arab. orang Arab sebelum datang Nabi tabarruj, setengah telanjang. Jadi jangan bikin gaduh lah,” ujar Tengku Zulkarnanin.

 

sumber : kiblat.net

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.