Takut Dimarahi Bu Risma, Demo Mahasiswa di Surabaya Berlangsung Tertib

detikislami.com – Aksi demonstrasi mahasiswa di Surabaya, berlangsung lebih tertib dan damai. Aksi yang mengusung tagar #SurabayaMenggugat rupanya tidak terlepas dari sosok kharismatik sang Wali Kota, Tri Rismaharini.

Mahasiswa rupanya sangat menghormati bahkan takut dengan Bu Risma, sapaan Tri Rismaharini.

Mereka pun saling mengingatkan untuk tidak merusak taman kota di Surabaya.

Alasannya, supaya tidak memancing kemarahan Sang Walikota Surabaya Tri Rismaharini.

Pesan-pesan itu awalnya diungkap oleh akun Twitter @firstarizki yang menyebut kemarahan Bu Risma bakal lebih menyeramkan dibandingkan kekacauan yang sedang melanda negeri ini.

@firstarizki mengingkatkan untuk belajar dari kasus acara es krim Wall’s yang dimarahi habis-habisan oleh Bu Risma karena pembagian es krim gratisnya merusak taman.

Dilansir dari vice, twit tersebut sudah dibagikan 10 ribu kali dengan respon mayoritas mengamini.

Selain karena memang menarik untuk masyarakat Surabaya, tulisan Ebes menjadi viral dan jadi bahan diskusi netizen karena diunggah ulang oleh Tantri Gunarni, anak bungsu Bu Risma, di akun Instagramnya.

Kocaknya, Tantri mengafirmasi kebenaran twit sambil bercerita soal seramnya dipukul pakai kamus sama Bu Risma yang lagi marah.

Netizen pun langsung menyambar pembahasan ini dengan twit-twit kocak lainnya. Akun @akubukanlahkamu mewanti-wanti demonstran untuk menjaga taman karena “disiram” Bu Risma lebih menakutkan dibanding disiram water cannon.

Ainur Rohman, Jurnalis Jawa Pos, membagi rekaman pemandangan jalan dari Vecga S Pravangasta, saat mahasiswa yang ingin berunjuk rasa melewati area taman yang sedang dirawat pegawai dinas pertamanan.
Rombongan mahasiswa dan pegawai dinas jelas sadar mereka harus bekerja sama hari ini biar nanti enggak dimarahin bareng-bareng oleh Bu Risma.

Lantas twit-twit kocak ala meme Chuck Norris bermunculan untuk menggambarkan betapa ditakutinya Bu Risma:

Unjuk rasa mahasiswa #SurabayaMenggugat dimulai sejak kemarin dan masih berlanjut hingga hari ini dengan jumlah massa aksi ribuan orang, didominasi mahasiswa dan kombinasi anak STM dan SMA. Jika mahasiswa datang dengan identitas jas alma mater, anak STM dan SMA ini bergabung dengan seragam sekolah mereka. Agenda memperjuangkan 7 tuntutan mahasiswa masih dibawa gerakan yang dikoordinasikan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Surabaya ini.

Polisi menerjunkan 2.000 personel untuk berjaga di gedung DPRD Jatim, tempat demonstrasi dilakukan. Sementara, Dinas Pendidikan Surabaya merespons demonstrasi dengan meliburkan kegiatan belajar mengajar TK hingga SMP se-Surabaya selama sehari (26/9) lewat surat edaran.

Menurut laporan lapangan di Twitter, aksi ini masih mirip dengan aksi-aksi di kota lain yang kenal nuansa membanyol lewat poster dan adegan-adegan kocak.

Termasuk rekaman mahasiswa yang membuka jalan ketika ada ibu-ibu bermotor mau lewat.

Kabarnya, Kabarnya, suasana di lapangan sangat panas dan itu memengaruhi sejumlah peserta, sehingga menimbulkan celetukan seperti ini:

Hingga saat ini, unjuk rasa di Surabaya berlangsung relatif tanpa insiden. Bisa dibilang, meme soal Risma turut menyukseskan disiplin massa tersebut. [al]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.