Terinspirasi Orang Shalat, Erol Iba Jadi Muallaf

detikislami.com – Siapa yang tidak kenal dengan Erol Iba kematangannya dilapangan hijau dan kelincahannya mengocek sikulit bundar mumbuatnya didaulat menjadi kapten tim sriwijaya FC. Namun sedikit yang tahu ternyata kapten SFC ini adalah seorang muallaf.

Dalam perjalananya menjadi seorang muslim tentunya tidak terjadi secara instan. Banyak hal yang membuat Erol Iba tergugah untuk memeluk agam Islam.

Diceritakan Erol, sebelum memutuskan masuk Islam. Nuansa agama Islam telah dirasakannya sejak tahun 1998, ketika pertama kali menginjakkan kaki di Kota Padang untuk memperkuat tim Kabau Sirah (julukan Semen Padang). Di tahun itu pula,  ia  sudah menjalankan ibadah puasa  namun tidak wajib seperti  seorang muslim .

Lebih lanjut dikatakan Erol, hal yang paling menggugahnya memeluk Islam, karena aktivitas  umat Islam yang membuatnya merasa tenang dan hikmat ketika melihat maupun mendengarnya . Ia pun mencoba mempelajarinya sedikit demi sedikit sebelum akhirnya memutuskan memeluk agama Islam pada tahun 2002 silam.

“Pertama saya lihat cara orang Islam bersembahyang, khusuk kelihatannya. Lalu lihat orang ngaji dan adzan, sepertinya mereka sedang berbicara langsung dengan Tuhannya. Dari situlah saya mulai belajar, dan akhirnya saya masuk islam lalu menikahi istri saya yang sekarang,” ungkap Erol.

Lahir dari keluarga besar yang notabene non muslim, tentunya keputusan pemain asal Papua ini berpindah agama tidak langsung mendapat respon yang baik dari seluruh keluarga. Terkhsusus sang ibu yang menentang keputusannya tersebut.

“Ibu yang pertama tidak begitu setuju dengan keputusan saya. Tapi Alhamdulillah, seiring berjalannya waktu  akhirnya bisa menerimanya,” terang Erol.

“Kalau bapak prinsipnya terserah anak-anak. Kalau menurut anaknya itu baik silahkan. Dan bahkan beliau pesan setelah masuk Islam jagan lupa sembahyang, berprilaku yang baik. Karena  apapun agamanya kalau prilaku tidak baik tetap sama saja tidak  akan jadi orang yang baik,” pungkas mantan penggawa timnas era pelatih Bendol itu. [al]

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.