Yusril “Menggoyang” Kekuatan Ulama dan Partai Pendukung Prabowo

detikislamicom – Jakarta – Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra mengakui, salah satu alasan partainya tidak mengikuti hasil Ijtima Ulama II dan memilih mendukung Capres Jokowi – Ma’ruf lantaran hasil yang keluar dinilainya tidak sesuai dengan garis PBB serta memang PBB tidak diharapkan untuk ikut bergabung oleh partai pengusung Prabowo – Sandi terutama oleh PKS. Hal ini diamini oleh Ahmad Yani yang menyatakan bahwa jika PBB ikut masuk menjadi salah satu partai pengusung Prabowo – Sandi, maka PKS menarik diri dari dukungan dari Prabowo -Sandi.

“Ya begitulah, mana mungkin PBB bisa berada dibarisan pengusung atau pendukung Prabowo – Sandi. PBB ini partai yang nggak punya kursi di parlemen sedangkan PKS punya kursi banyak di parlemen. Mereka (PKS) dengan tegas mengatakan jika PBB sampai masuk di Prabowo – Sandi maka PKS akan menarik dukungan, kira kira yang mau diterima oleh Prabowo PBB atau PKS coba? dan kalau PKS menarik dukungan maka sudah pasti Prabowo nggak bakalan bisa maju mendaftarkan diri untuk menjadi Capres.” ungkap Ahmad Yani kepada detikislami.com

Terkait apa yang disampaikan Yusril diatas, Sukmo Harsono menambahkan, ” Setelah keputusan masuk ke Jokowi -Ma’ruf, sambutan hangat diberikan oleh Jokowi, dan Jokowi berharap banyak PBB membantu memenangkan pak jokowi di kantong kantong umat islam itu bentuk kepercayaan pada PBB, bukan malah tidak mau ada PBB seperti koaliasi prabowo itu.”

Menurut Yusril, hasil Ijtima Ulama II itu dievaluasi bukan berarti harus dipatuhi. Dan ternyata, hasilnya kurang sesuai dengan PBB.

Yusril menilai, ada dua permasalahan dalam pakta integritas yang diajukan para ulama yang tergabung dalam Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama. Menurutnya, pakta itu harusnya menjadi perjanjian dua belah pihak. Tapi kok dalam Ijtima Ulama II pernyataan sepihak oleh Prabowo Subianto, sedangkan para ulama hanya menyaksikan? Kalau begitu ceritanya, Yusril khawatir perjanjian bisa dicabut oleh orang yang membuat pernyataan.

Belum lagi, menurut Yusril, isi pakta terlalu umum. Kalaupun pakta tersebut diajukan kepada Joko Widodo, pasti juga bisa dilaksanakan. Padahal, Yusril berharap para ulama menuntut penerapan syariat Islam kepada capres. Tapi malah nggak ada sama kali, di posisi ini kemudian dimana posisi bergaining para ulama tersebut?

Ya, bisa jadi nih ya, yang kemarin datang ke Ijtima Ulama II itu ulama-ulama lulusan bidang keilmuan lain, bukan yang berlatar belakang agama. Bisa jadi loh ya. Ketua-ketua ormas besar Islam aja nampak nggak hadir kan?.

Pilihan sudah ditetapkan dengan tegas bahwa PBB mendukung Capres Jokowi – Ma’ruf dan Yusril juga menegaskan PBB siap maju dalam Pemilu 2019. Ia berharap bisa meraih banyak kursi dan membentuk kembali fraksi di DPR sehingga mampu memperjuangkan syariat Islam melalui parlemen sebagai tujuan utama partai yang jelas jelastidak akan diperjuangkan partai lain terlebih partai Gerindra yang notabene partainya Prabowo.

15 Komentar

  1. kenapa mendukung calon yg memeperkusi ulama?bergabung dengan partai penista agama?…ditolaknya pbb oleh pks bukan berarti harus nganmbek terus bela petahana…..

  2. Jadi harus tetap dukung 02…gitu, walau tak di ajak? Dimana harga diri partai? Toh.. Yg mau di dukung juga 11..12..

  3. Wajae saja PKS ngak mau PBB ada di koalisi, takut suara PBB membabat habis suara mereka nantinya, dan jika PBB sudah mendukung 01, maka dg gampangnya menuduh PBB pendukung penista ulama…
    Strategi licik PKS

  4. Dulu Aku Salut Sama Anda, Sekarang Saya Yg Paling Depan Menyuarakan Agar Partai Anda Tak Dipilih Di Aceh, Khususnya Pidie

  5. Menurut hemat saya dari 2 paslon pilpres ini tidak memiliki akses sbg katagori presiden yg baik buat Republik ini. Kita mau bicara apalagi wong cuma 2 calon ini yg tampil. Kalau dioemerintahan jokowi udah bnyk sekali bukti perbuatan yg bertentangan dgn masyarakat kita, baik masalah HLN, persekusi dstnya, sementara Prabowo tidak atau kurang jujur dgn aset kekayaannya yg mungkin suatu saat setelah berkuasa nanti rezim Suharto malah berjln. Jd ibarat buah simalakama pilpres di Republik sekarang ini. PBB bisa dikatakan tdk salah langkah, karena dasar ADRT partai Syari’ah Islam dan didukung figur pak YIM sbg KeTum yg bisa dipertanggungjawabkan.

  6. Boleh boleh saya YIM berpendapat dan bisa saja benar pendapat itu. TAPI YIM SEBELUMNYA SUDAH TERLALU BANYAK KOMENTAR (SAYA TIDAK TAU APA ITU BISA DI SEBUT GHIBAH) KEPADA PRESIDEN JOKOWI. MAU JADI PARTAI OPOSISI, DAN JAUH JAUH HARI SUDAH SANGAT TEGAS DAN YAKIN TIDAK MAU MENGAJAK PARTAI BULAN BINTANG UNTUK MEMILIH JOKOWI DAN LAIN LAIN BANYAK LAGI PERNYATAAN2 YANG SEBENARNYA SANGAT TIDAK KONSISTEN. SEBAIKNYA PARA POLITISI ISLAM BANYAK2 ISTIGHFAR. AAPA YANG KITA HARAPKAN DI DUNIA INI? KURSI DI PARLEMEN? BANYAK2 KURSI DIPERLEMEN NANTI KENA OTT SEMUA. INI KARENA TIDAK ADANYA KEBERKAHAN. SAYA YAKIN YIM INSYA ALLAH SANGAT FAHAM HAL INI.

  7. Calon mana sih yang mempersekusi ulama?
    Ulama mana yang dipersekusi?
    Tau ga apa itu mempersekusi?

    Lucu kalau dibilang gabung partai penista agama, yang menista agama itu ahok, dan ahok adalah orsng gerindra ketika menista agama.

  8. ….. benarkah demikian…..??. Ada partai Islam bersikap spt itu….. Saya kok nggak percaya…..

  9. Do’a kita bersama agar Prabowo-Sandi memenangkan Pilpres 2019, dan PBB berhasil mencapai parlementary treshold agar para senator PBB mampu memberikan hasil karya yang mampu membuat Indonesia Great Again… Kita semua tau kalau PBB itu diisi oleh orang2 loyalis pembela Islam dan pembela NKRI serta pembela Ulama… Insya Allah

  10. Merapat agar ga di ganggu lagi.. biar caleg nya bisa masuk Senayan, dan 02 saat itu jd presiden. JD tidak ada lagi dukungan utk terus mendukung 01.

    Memanglah, saingan itu kl jualan sama. Penjual buah dgn penjual buah… Partai Islam dgn partai Islam…

    Padahal di masyarakat pengen keduanya saling menguatkan….

  11. Tak ada urusan dengan semua capres karena semuanya dari sekuler paaaahhhhaaaaammmm. Makanya sebaiknya tidurlah jejak langkah PBB sebaiknya secara resmi 01 secara Pribadi 02 karena Islam harus di untungkan disemua posisi sekuler ini. Sekali lagi jangan mendesak an atau mengunakan atau menganggap paling benar dia tanya kedua capres ini karena semuanya dari partai SEKULER yaitu PDIP dan GERINDRA pahaaaammm

  12. Wajarlah kalau Jd penasehat jkw, karena jkw merasa goblok dan perlu dinasehati. Tanggung jawab jangan hanya tau nyebut goblok. Sejak YIM penasehat Jkw kapan jkw menista agama ? Penista agama itu si Ahok dan waktu itu dia agt gerinda akibat kedunguan wowo si ahok diajukan cawagub DKI yg ngotot si wowo , jkw maunya dedi mizwar. Dan akhirnya ahok menista agama , gerinda yg buat masalah ngorbitkan ahok dan jkw kik malah klaim bela agama ??

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.