Prediksi Rasulullah akan Munculnya Pemuda Berpikiran Sempit

detikislami.com – Dalam tradisi keilmuan Islam, prinsip-prinsip agama yang menyangkut amar makruf nahi mungkar dikenal dengan hisbah. Hisbah bertujuan menjaga stabilitas internal masyarakat Muslim dari berbagai bentuk pelanggaran dan penyelewengan terhadap nilai-nilai agama dan kemanusiaan.

Salah satu tim penulis buku Dalam Bersama Alquran, Muchlis M Hanafi menjelaskan, dilihat dari tujuannya hal itu sangatlah mulia. Namun, menurut dia, dalam kenyataannya, prinsip hisbah ini banyak dilakukan melalui cara kekerasan.

Tidak sedikit aksi kekerasan dan teror dilakukan dengan dalih amar makruf nahi mungkar. Menurut dia, ayat dan hadits tentang amar makruf nahi mungkar juga dipahami apa adanya, secara literal, tanpa mempertimbangkan dan menghubungkannya dengan sekian ayat atau hadits lainnya sebagai sebuah kesatuan nilai-nilai agama.

Dalam sejarah Islam klasik, menurut Muchlis, cara-cara seperti itu pernah dilakukan oleh Khawarij yang dikenal begitu bersemangat dalam keagamaan, tetapi dengan pemahaman sempit sehingga berlebihan. Alumnus Universitas Al Azhar Mesir mengungkapkan, fenomena seperti ini sebenarnya telah diprediksi sebelumnya oleh Rasulullah dalam sebuah sabdanya,

“Pada akhir zaman nanti akan datang sekelompok orang dari kalangan muda dengan pemikiran yang sempit. Mereka mengutip ayat-ayat Alquran, tetapi mereka keluar dari kebenaran seperti halnya panah lepas dari busurnya. Iman mereka hanya sampai di tenggorokan (tidak sampai ke hati sehingga dapat memahaminya dengan baik). [Mas]

 

sumber : republika.co.id

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.